Rabu, Desember 17

Anna and the French Kiss

GAH, I'm falling in love with this book!

Iya, gue beli di Gramed. Iya, gue baca yang versi Indonesianya. Iya, gue telat banget bacanya. (Mohon diabaikan ya novel Celebrity Wedding-nya. Tadinya gue mau ngereview tuh novel, tapi nggak jadi dan gue juga terlalu malas untuk poto ulang)

Tahu nggak habis baca buku ini gue mikir apa? I LOVE PARIS. BANGET.

Yap, gue sangat minta maaf kepada orang-orang yang gue bilang 'alay' saat mereka menyukai Paris. Paris mainstream banget sih soalnya, hehe, maaf ya, but hello, i'm the new member. Gue sekarang tahu kenapa Paris itu mainstream, karena Paris itu awesome banget! Gue bilang gini karena Anna telah menjadi mata gue untuk melihat Paris. Gue menarik kesimpulan kehebatan Kota Paris yaitu:

1. Paris kota terromantis sedunia.
2. Paris kota fashion.
Dua di atas gue udah tahu sih.
3. Paris adalah kota yang paling menghargai film (kata Étienne, di Paris ada ribuan bioskop, wiih).
4. Paris merupakan salah satu kota sastra (kata guru Bahasa Prancisnya si Anna).
5. Orang paris minum kopi tiap hari, bahkan bisa bergelas-gelas katanya. (Gak penting tapi biar nambah-nambahin).
6. Cowok Paris potongan rambutnya rapi (Kata Anna sih gitu, tapi gue gak percaya, paling ada yang berandalannya juga).
7. Orang Paris lebih suka jalan kaki dan nggak suka menyombongkan mobilnya (Kata Étienne saat Anna nanya kenapa Étienne nggak mau ngendarain mobil walau udah 18 tahun).

Dan yang paling penting... gue jatuh cinta banget sama karakter Étienne St. Clair. Gak ngerti lagi, Stephanie Perkins telah membuat gue melupakan dunia untuk tiga hari karena novelnya ini! Awalnya gue rada males bacanya karena penerbit yang nerbitin terjemahan Indonesianya gue nggak begitu tau dan gue takut font-nya jelek sehingga gue jadi males. Eh, pas baca malah keterusan sampe jatuh cinta gini. Btw, Gue tau nih novel aja dari Tumblr.

Gara-gara nih novel, gue jadi pengen punya buku bercap 'Shakespeare & Company Kilometre Zero Paris'. Huhu, someday!!

"Is it possible for home to be a person not a place?"

Warning: Ini sangat amat #SPOILERALERT.

Anna Oliphant disuruh ayahnya untuk menyelesaikan masa senior-nya di Paris. Awalnya dia nggak mau, tapi ayahnya maksa. Padahal di Atlanta, dia udah punya sahabat, Bridgette Sanderwick; gebetan, Cristopher a.k.a. Toph; dan adik yang dia sayang, Seany. Anna didaftarin sama ayahnya di School of America in Paris (SOAP). Bagi Anna, SOAP hanyalah tempat orang tua yang ingin menjauhkan diri  dari anaknya karena SOAP adalah sekolah berbasis asrama.

Untung aja di sana Anna langsung bertemu dengan orang baik, Meredith, tetangga kamar sebelah yang udah 4 tahun sekolah di SOAP. Meredith punya sahabat yaitu Étienne St. Clair, Rashmi, Josh, dan EllieJosh dan Rashmi bepacaran. Annapun otomatis juga jadi masuk kedalam Meredith's clique.

Sejak bertemu Étienne di koridor asramanya saat malam hari, Anna udah mulai terpaku sama Étienne yang multiras itu. Étienne adalah half-american-half-french yang besar di London, jadi Étienne memiliki aksen inggris asli, yea that british boy huhu. Anna selalu menepis benih-benih cinta yang kian tumbuh karena... Étienne punya pacar, Ellie, anak kuliahan yang merupakan alumni SOAP. Josh bilang, semua cewek itu pasti suka sama Étienne (YAIYALAHHH SIAPA SIH YANG NGGAK SUKA) karena Étienne itu baik ke semua orang, down to earth, supel, pintar, dan ganteng! Tapi, kesamaan mereka yang suka nonton bioskop dan sama-sama membenci ayah mereka malah membuat Étienne menarik diri kepada Anna. Bayangin aja, hampir tiap Minggu mereka nonton bioskop bareng atau membahas tentang sastra bareng sambil jalan-jalan keliling Paris. Étienne juga bertingkah laku layaknya ia suka Anna, tapi Anna nggak baper, selalu menekankan kepada dirinya sendiri bahwa ia menyukai Toph yang ada di Atlanta.

Konflik di novel Anna and the French Kiss ini nggak terlalu berat, ya konflik anak remaja pada umunya. Meredith yang diam-diam menyimpan rasa kepada Étienne dan berantem dengan Anna karena melihat Anna ciuman dengan Étienne di taman, teman Ellie yang melihat Anna dan Étienne berdansa saat Anna ulang tahun, dan Bridgette yang diam-diam di Atlanta sudah berpacaran dengan Toph. Tapi, bagaimana Stephanie Perkins menceritakannya petualangan Anna untuk mencari rumah membuatnya jadi sangat manis dan Paris jadi sangat klasik di mata gue.

Menurut gue, sebenarnya Étienne itu lebih patut disebelin daripada disukain. Karena Étienne itu cupu banget, dia nggak mau mutusin Ellie tapi malah flirting sama Anna. Dia nggak berani mutusin Ellie. Tapi di akhir cerita dia mutusin Ellie kok dan menyatakan cinta kepada Anna di lantai teratas Notre-Dame (Menurut gue ini romantis banget karena Étienne itu takut ketinggian HAHA, cute banget kan!). Dan... gue sangat suka saat Étienne bilang, "Every time you say St. Clair, It's like you're rejecting me again," since semua orang manggil dia St. Clair sedangkan Anna memanggilnya Étienne.

"I don't care if he's a fictional character, I still want to marry him" --Post-an di Tumblr.
Menurut gue dia cocok banget jadi Étienne. Brown hair, checked; ganteng, checked; rapi, checked. (Gue nemu di Tumblr sih, ternyata namanya Tim Borrmann)
Atau, Logan Lerman saat berperan menjadi Percy Jackon versi pendek karena Étienne hanya setinggi Anna.

Brown hair, checked; ganteng, checked; imut, checked.

Atau sesuai rekomendasi Google, Douglas Booth saat bermain di LOL (versi pendek tentunya).

Masih cute banget pas jadi Kyle di LOL x)), BROWN HAIR, CHECKED; GANTENG, CHECKED!!!
Sekarang gue benar-benar membutuhkan novel Stephanie Perkins yang lain yaitu Lola and the Boy Next Door dan Isla and the Happily Ever After yang merupakan seri Anna and the French Kiss dengan tokoh utama yang berbeda. Tapi katanya di Lola and the Boy Next Door banyak adegan Anna sama Étienne PDA (public display of affection), ngeselin tapi pengen baca! Katanya sweeter than Anna's story! Dan di Isla and the Happily Ever After itu ceritain tentang Josh (Di akhir cerita Anna, Josh emang putus sama Rashmi karena saat itu Rashmi udah mau lulus dan Josh baru naik pangkat jadi senior) dan banyak nge-mention Anna, Étienne, Lola, dan Cricket (Lola's love interest)!

YEAH, IM GOING TO BUY THEM SOON (US version jadi cover-nya yang bagus :3 hehe). Ganbatte for me... nabungnya,

Kamis, Desember 11

Teen Wolf

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukurnya kepada Tuhan YME karena ujian telah selesai!!! Yeaaah! Hatiiiiii-kugem-biraaaaaa *nyanyi lagunya Tasya Kamila*. Ngomong-ngomong soal Tasya, gue tuh dulu suka banget deh sama doi, huhu jadi kangen. Dan, kalau ujian selesai artinya libur telah tiba *lah jadi balik ke situ lagi*. Nggak, nggak, ini beneran karena liburan beneran tiba, nggak pake Tasya-Tasyaan.

By the way, gue lagi demen sama TV series produksi MTV, Teen Wolf! (Sangat telat memang... Mereka udah produksi sampe 4 season, marathon-marathon dah...) The real Ganteng-Ganteng Serigala, please deh, mereka itu serigala (werewolf lebih tepatnya) dan ganteng! Btw (lagi!), Teen Wolf ini bukan Twillight-nya MTV, villain mereka bukan vampire, malah nggak ada vampire-nya sama sekali. Teen Wolf ini menceritakan the werewolf side-nya. Werewolf , manusia serigala, jalan pake dua kaki. Dan juga, Teen Wolf di bubuhin makhluk mitologi seperti Kanima.
Season 2 Promo Poster
Pemain Teen Wolf juga bukan artis kacangan walau cuma sebuah TV series. Salah satunya adalah Dylan O'Brien, well, siapa sih nggak tahu Dylan O'Brien? He is the reason why i watch Teen Wolfduh! Yang lainnya ada Tyler Posey, Crystal Reed, Tyler Hoechlin, Holland Roden, Calton Heynes, Ian Bohen de el el. Please, mereka ganteng, cantik, dan keren banget! Gue review sedikit ya.

Scott McCall (Tyler Posey), seorang anak SMA yang asma, nggak hebat olahraga, pokoknya dia cupu banget deh! Suatu malam, dia diajak sahabatnya, Stiles Stilinski (Dylan O'Brien), untuk melihat hasil pembunuhan di sebuah hutan, ayah Stiles adalah seorang sheriff  yang menangani kasus pembunuhan ini. Awalnya Scott nggak mau, tapi Stiles yang memiliki keingin tahuan yang tinggiiiii banget (according to Teen Wolf Wikia, he has ADHD) maksain dia. Nah, saat di hutan, Stiles ketangkep ayahnya yang lagi ronda (i have no idea untuk nyebutinnya HAHA), Si Scott malah sembunyi dan jatoh terus digigit alpha werewolf a.k.a. Peter Hale (Ian Bohen). #SPOILERALERT. Yaudah deh tuh anak jadi werewolf dan kehidupan sekolah dia jadi berubah banget. Scott jadi hebat dalam konsentrasi dan jadi jago banget main lacrosse (seketika gue jadi keinget permainan Genesis dalam animasi Sket Dance). Dia jadi PDKT gitu sama anak baru, Allison Argent (Crystal Reed). Ternyata Allison adalah anak dari keluarga Argent yang merupakan pemburu. Awalnya, Allison nggak tau kalau Scott adalah werewolf, Scott juga rahasiain ini ke semua orang kecuali Stiles. Tapi di finale season 1 Allison dan Mr. Argent tau kok kalau Scott adalah werewolf.

Awalnya, gue suka banget sama karakter Stiles Stilinski dan sekarang jadi tambah suka! Stiles itu orangnya kocak banget dan penyayang banget! Selain itu, dia cerdas dan pantang nyerah. Walau cupu banget main lacrosse dan selalu duduk di bench saat pertandingan, dia tetep aja tuh latihan supaya jadi team inti. Waktu ternyata dia dinyatakan main dalam sebuah pertandingan, dia langsung jingkrak-jingkrak saking senengnya, tapi pas pertandingan berlangsung, dia malah bantuin si Scott pas Scott dicari sama Peter Hale. Dan Stiles itu kasian bangeeetttt!!!!! Dia cuma tinggal berdua sama ayahnya, ibunya udah meninggal 8 tahun yang lalu (pas tahun 2011 dibilangnya), jadi Stiles itu sayaaaaang banget sama ayahnya dan suka khawatir sama pekerjaan ayahnya yang nanganin kasus 'pembunuhan'. Dia suka bantuin ayahnya kalau ayahnya kerja sampe larut malem dan nggak mau ayahnya nanganin kasus tentang werewolf. Pas Jackson (Calton Heynes) nyuruh dia manggil ayahnya untuk nolongin mereka saat mereka ditawan alpha werewolf di sekolah aja, Stiles nolak mentah-mentah untuk manggil ayahnya (Scene ini lumayan kocak menurut gue).

Jackson: Call the cops.
Stiles: No.
Jackson: What do you mean 'no'?
Stiles: I mean, 'no'. You wanna hear it in spanish? 'Noh'!

Padahal itu si Stiles lagi nggak bercanda tapi kocak banget menurut gue pas dia ngomong gitu. Stiles cuma manusia biasa dan kayaknya rada iri sama Scott gitu, tapi dia sayang banget sama Scott dan deket banget sama keluarga Scott. Dia bahkan pas sakit gitu dirawat sama mamanya Scott dan kelepasan bilang "Thanks, mom," Yang menurut gue itu sedih banget sumpah. Stiles juga merasakan unrequited love, dia suka sama Lydia (Holland Roden), anak gaul+tajir+pinter banget. Tapi pas prom, dia pergi sama Lydia yang berakhir Lydia digigit Peter Hale dan Stiles nungguin Lydia di rumah sakit seminggu penuh sambil bawa balon yang bertuliskan "Get Well"!! Duh how sweet he is, kan! Walau pada akhirnya Stiles itu bukan sama Lydia melainkan sama Malia Hale. Cocok banget deh yang meranin Stiles Stilinski itu Dylan O'Brien!

Stiles Stilinski on opening titles season 4 || Source: YouTube
Yaudah kayaknya udah cukup panjang deh gue fangirling-an tentang Teen Wolf. Pokoknya nonton aja deh, nagih banget nih film!

Nb. Ponakan gue udah lahir loh! Hari ini jam setengah 6 tadi di Jogja (huhu jauh banget). Cewek, namanya Raisya Nadhira Syafira Fakhran Lubis!! :)) Yeyeye, gak sabar dibawa ke Medan!

Follow by Email