Rabu, Desember 17

Anna and the French Kiss

GAH, I'm falling in love with this book!

Iya, gue beli di Gramed. Iya, gue baca yang versi Indonesianya. Iya, gue telat banget bacanya. (Mohon diabaikan ya novel Celebrity Wedding-nya. Tadinya gue mau ngereview tuh novel, tapi nggak jadi dan gue juga terlalu malas untuk poto ulang)

Tahu nggak habis baca buku ini gue mikir apa? I LOVE PARIS. BANGET.

Yap, gue sangat minta maaf kepada orang-orang yang gue bilang 'alay' saat mereka menyukai Paris. Paris mainstream banget sih soalnya, hehe, maaf ya, but hello, i'm the new member. Gue sekarang tahu kenapa Paris itu mainstream, karena Paris itu awesome banget! Gue bilang gini karena Anna telah menjadi mata gue untuk melihat Paris. Gue menarik kesimpulan kehebatan Kota Paris yaitu:

1. Paris kota terromantis sedunia.
2. Paris kota fashion.
Dua di atas gue udah tahu sih.
3. Paris adalah kota yang paling menghargai film (kata Étienne, di Paris ada ribuan bioskop, wiih).
4. Paris merupakan salah satu kota sastra (kata guru Bahasa Prancisnya si Anna).
5. Orang paris minum kopi tiap hari, bahkan bisa bergelas-gelas katanya. (Gak penting tapi biar nambah-nambahin).
6. Cowok Paris potongan rambutnya rapi (Kata Anna sih gitu, tapi gue gak percaya, paling ada yang berandalannya juga).
7. Orang Paris lebih suka jalan kaki dan nggak suka menyombongkan mobilnya (Kata Étienne saat Anna nanya kenapa Étienne nggak mau ngendarain mobil walau udah 18 tahun).

Dan yang paling penting... gue jatuh cinta banget sama karakter Étienne St. Clair. Gak ngerti lagi, Stephanie Perkins telah membuat gue melupakan dunia untuk tiga hari karena novelnya ini! Awalnya gue rada males bacanya karena penerbit yang nerbitin terjemahan Indonesianya gue nggak begitu tau dan gue takut font-nya jelek sehingga gue jadi males. Eh, pas baca malah keterusan sampe jatuh cinta gini. Btw, Gue tau nih novel aja dari Tumblr.

Gara-gara nih novel, gue jadi pengen punya buku bercap 'Shakespeare & Company Kilometre Zero Paris'. Huhu, someday!!

"Is it possible for home to be a person not a place?"

Warning: Ini sangat amat #SPOILERALERT.

Anna Oliphant disuruh ayahnya untuk menyelesaikan masa senior-nya di Paris. Awalnya dia nggak mau, tapi ayahnya maksa. Padahal di Atlanta, dia udah punya sahabat, Bridgette Sanderwick; gebetan, Cristopher a.k.a. Toph; dan adik yang dia sayang, Seany. Anna didaftarin sama ayahnya di School of America in Paris (SOAP). Bagi Anna, SOAP hanyalah tempat orang tua yang ingin menjauhkan diri  dari anaknya karena SOAP adalah sekolah berbasis asrama.

Untung aja di sana Anna langsung bertemu dengan orang baik, Meredith, tetangga kamar sebelah yang udah 4 tahun sekolah di SOAP. Meredith punya sahabat yaitu Étienne St. Clair, Rashmi, Josh, dan EllieJosh dan Rashmi bepacaran. Annapun otomatis juga jadi masuk kedalam Meredith's clique.

Sejak bertemu Étienne di koridor asramanya saat malam hari, Anna udah mulai terpaku sama Étienne yang multiras itu. Étienne adalah half-american-half-french yang besar di London, jadi Étienne memiliki aksen inggris asli, yea that british boy huhu. Anna selalu menepis benih-benih cinta yang kian tumbuh karena... Étienne punya pacar, Ellie, anak kuliahan yang merupakan alumni SOAP. Josh bilang, semua cewek itu pasti suka sama Étienne (YAIYALAHHH SIAPA SIH YANG NGGAK SUKA) karena Étienne itu baik ke semua orang, down to earth, supel, pintar, dan ganteng! Tapi, kesamaan mereka yang suka nonton bioskop dan sama-sama membenci ayah mereka malah membuat Étienne menarik diri kepada Anna. Bayangin aja, hampir tiap Minggu mereka nonton bioskop bareng atau membahas tentang sastra bareng sambil jalan-jalan keliling Paris. Étienne juga bertingkah laku layaknya ia suka Anna, tapi Anna nggak baper, selalu menekankan kepada dirinya sendiri bahwa ia menyukai Toph yang ada di Atlanta.

Konflik di novel Anna and the French Kiss ini nggak terlalu berat, ya konflik anak remaja pada umunya. Meredith yang diam-diam menyimpan rasa kepada Étienne dan berantem dengan Anna karena melihat Anna ciuman dengan Étienne di taman, teman Ellie yang melihat Anna dan Étienne berdansa saat Anna ulang tahun, dan Bridgette yang diam-diam di Atlanta sudah berpacaran dengan Toph. Tapi, bagaimana Stephanie Perkins menceritakannya petualangan Anna untuk mencari rumah membuatnya jadi sangat manis dan Paris jadi sangat klasik di mata gue.

Menurut gue, sebenarnya Étienne itu lebih patut disebelin daripada disukain. Karena Étienne itu cupu banget, dia nggak mau mutusin Ellie tapi malah flirting sama Anna. Dia nggak berani mutusin Ellie. Tapi di akhir cerita dia mutusin Ellie kok dan menyatakan cinta kepada Anna di lantai teratas Notre-Dame (Menurut gue ini romantis banget karena Étienne itu takut ketinggian HAHA, cute banget kan!). Dan... gue sangat suka saat Étienne bilang, "Every time you say St. Clair, It's like you're rejecting me again," since semua orang manggil dia St. Clair sedangkan Anna memanggilnya Étienne.

"I don't care if he's a fictional character, I still want to marry him" --Post-an di Tumblr.
Menurut gue dia cocok banget jadi Étienne. Brown hair, checked; ganteng, checked; rapi, checked. (Gue nemu di Tumblr sih, ternyata namanya Tim Borrmann)
Atau, Logan Lerman saat berperan menjadi Percy Jackon versi pendek karena Étienne hanya setinggi Anna.

Brown hair, checked; ganteng, checked; imut, checked.

Atau sesuai rekomendasi Google, Douglas Booth saat bermain di LOL (versi pendek tentunya).

Masih cute banget pas jadi Kyle di LOL x)), BROWN HAIR, CHECKED; GANTENG, CHECKED!!!
Sekarang gue benar-benar membutuhkan novel Stephanie Perkins yang lain yaitu Lola and the Boy Next Door dan Isla and the Happily Ever After yang merupakan seri Anna and the French Kiss dengan tokoh utama yang berbeda. Tapi katanya di Lola and the Boy Next Door banyak adegan Anna sama Étienne PDA (public display of affection), ngeselin tapi pengen baca! Katanya sweeter than Anna's story! Dan di Isla and the Happily Ever After itu ceritain tentang Josh (Di akhir cerita Anna, Josh emang putus sama Rashmi karena saat itu Rashmi udah mau lulus dan Josh baru naik pangkat jadi senior) dan banyak nge-mention Anna, Étienne, Lola, dan Cricket (Lola's love interest)!

YEAH, IM GOING TO BUY THEM SOON (US version jadi cover-nya yang bagus :3 hehe). Ganbatte for me... nabungnya,

Kamis, Desember 11

Teen Wolf

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukurnya kepada Tuhan YME karena ujian telah selesai!!! Yeaaah! Hatiiiiii-kugem-biraaaaaa *nyanyi lagunya Tasya Kamila*. Ngomong-ngomong soal Tasya, gue tuh dulu suka banget deh sama doi, huhu jadi kangen. Dan, kalau ujian selesai artinya libur telah tiba *lah jadi balik ke situ lagi*. Nggak, nggak, ini beneran karena liburan beneran tiba, nggak pake Tasya-Tasyaan.

By the way, gue lagi demen sama TV series produksi MTV, Teen Wolf! (Sangat telat memang... Mereka udah produksi sampe 4 season, marathon-marathon dah...) The real Ganteng-Ganteng Serigala, please deh, mereka itu serigala (werewolf lebih tepatnya) dan ganteng! Btw (lagi!), Teen Wolf ini bukan Twillight-nya MTV, villain mereka bukan vampire, malah nggak ada vampire-nya sama sekali. Teen Wolf ini menceritakan the werewolf side-nya. Werewolf , manusia serigala, jalan pake dua kaki. Dan juga, Teen Wolf di bubuhin makhluk mitologi seperti Kanima.
Season 2 Promo Poster
Pemain Teen Wolf juga bukan artis kacangan walau cuma sebuah TV series. Salah satunya adalah Dylan O'Brien, well, siapa sih nggak tahu Dylan O'Brien? He is the reason why i watch Teen Wolfduh! Yang lainnya ada Tyler Posey, Crystal Reed, Tyler Hoechlin, Holland Roden, Calton Heynes, Ian Bohen de el el. Please, mereka ganteng, cantik, dan keren banget! Gue review sedikit ya.

Scott McCall (Tyler Posey), seorang anak SMA yang asma, nggak hebat olahraga, pokoknya dia cupu banget deh! Suatu malam, dia diajak sahabatnya, Stiles Stilinski (Dylan O'Brien), untuk melihat hasil pembunuhan di sebuah hutan, ayah Stiles adalah seorang sheriff  yang menangani kasus pembunuhan ini. Awalnya Scott nggak mau, tapi Stiles yang memiliki keingin tahuan yang tinggiiiii banget (according to Teen Wolf Wikia, he has ADHD) maksain dia. Nah, saat di hutan, Stiles ketangkep ayahnya yang lagi ronda (i have no idea untuk nyebutinnya HAHA), Si Scott malah sembunyi dan jatoh terus digigit alpha werewolf a.k.a. Peter Hale (Ian Bohen). #SPOILERALERT. Yaudah deh tuh anak jadi werewolf dan kehidupan sekolah dia jadi berubah banget. Scott jadi hebat dalam konsentrasi dan jadi jago banget main lacrosse (seketika gue jadi keinget permainan Genesis dalam animasi Sket Dance). Dia jadi PDKT gitu sama anak baru, Allison Argent (Crystal Reed). Ternyata Allison adalah anak dari keluarga Argent yang merupakan pemburu. Awalnya, Allison nggak tau kalau Scott adalah werewolf, Scott juga rahasiain ini ke semua orang kecuali Stiles. Tapi di finale season 1 Allison dan Mr. Argent tau kok kalau Scott adalah werewolf.

Awalnya, gue suka banget sama karakter Stiles Stilinski dan sekarang jadi tambah suka! Stiles itu orangnya kocak banget dan penyayang banget! Selain itu, dia cerdas dan pantang nyerah. Walau cupu banget main lacrosse dan selalu duduk di bench saat pertandingan, dia tetep aja tuh latihan supaya jadi team inti. Waktu ternyata dia dinyatakan main dalam sebuah pertandingan, dia langsung jingkrak-jingkrak saking senengnya, tapi pas pertandingan berlangsung, dia malah bantuin si Scott pas Scott dicari sama Peter Hale. Dan Stiles itu kasian bangeeetttt!!!!! Dia cuma tinggal berdua sama ayahnya, ibunya udah meninggal 8 tahun yang lalu (pas tahun 2011 dibilangnya), jadi Stiles itu sayaaaaang banget sama ayahnya dan suka khawatir sama pekerjaan ayahnya yang nanganin kasus 'pembunuhan'. Dia suka bantuin ayahnya kalau ayahnya kerja sampe larut malem dan nggak mau ayahnya nanganin kasus tentang werewolf. Pas Jackson (Calton Heynes) nyuruh dia manggil ayahnya untuk nolongin mereka saat mereka ditawan alpha werewolf di sekolah aja, Stiles nolak mentah-mentah untuk manggil ayahnya (Scene ini lumayan kocak menurut gue).

Jackson: Call the cops.
Stiles: No.
Jackson: What do you mean 'no'?
Stiles: I mean, 'no'. You wanna hear it in spanish? 'Noh'!

Padahal itu si Stiles lagi nggak bercanda tapi kocak banget menurut gue pas dia ngomong gitu. Stiles cuma manusia biasa dan kayaknya rada iri sama Scott gitu, tapi dia sayang banget sama Scott dan deket banget sama keluarga Scott. Dia bahkan pas sakit gitu dirawat sama mamanya Scott dan kelepasan bilang "Thanks, mom," Yang menurut gue itu sedih banget sumpah. Stiles juga merasakan unrequited love, dia suka sama Lydia (Holland Roden), anak gaul+tajir+pinter banget. Tapi pas prom, dia pergi sama Lydia yang berakhir Lydia digigit Peter Hale dan Stiles nungguin Lydia di rumah sakit seminggu penuh sambil bawa balon yang bertuliskan "Get Well"!! Duh how sweet he is, kan! Walau pada akhirnya Stiles itu bukan sama Lydia melainkan sama Malia Hale. Cocok banget deh yang meranin Stiles Stilinski itu Dylan O'Brien!

Stiles Stilinski on opening titles season 4 || Source: YouTube
Yaudah kayaknya udah cukup panjang deh gue fangirling-an tentang Teen Wolf. Pokoknya nonton aja deh, nagih banget nih film!

Nb. Ponakan gue udah lahir loh! Hari ini jam setengah 6 tadi di Jogja (huhu jauh banget). Cewek, namanya Raisya Nadhira Syafira Fakhran Lubis!! :)) Yeyeye, gak sabar dibawa ke Medan!

Jumat, November 28

Something I Need

H-2 udah Desember aja, ya. Artinya, sebentar lagi bakal libur tahun baru, horeee! Tapi sebelum merasakan surga dunia itu, ya... harus lewatin UAS dulu. Well, hi UAS, nice to meet you again.

Kalau UAS bagai neraka, sebelum UAS bakal ada neraka dari segala neraka... bagi gue: public speaking. Sejak semester dua kelas sepuluh, sekolah gue (kayaknya bakal) selalu ngadain ujian praktek untuk Agama Islam. Katanya untuk nilai motorik, big F for kurkul2013. Waktu kelas 10 sih masih mending, praktek haji. 

Nah, kemarin Pak Husni datang ke kelas pas pelajarannya Bu Yetty untuk ngumumin ujian praktek yang dilaksanakan hari Minggu itu. Rada males sih, soalnya Minggu kan jadwalnya bangun siang. Lalu sepersekian detik berikutnya, suara Pak Husni bagai di-BGM-kan dengan suara petir. Katanya materinya adalah pidato tentang pendidikan gitu. Anyway, kalau soal ngomong di depan umum, gue itu paling cupu, like BANGET. Kalau untuk ngomong di depan teman sekelas sih, gue masih okay-okay aja, tapi kalau di depan 500 orang yang nggak gue kenal-kenal amat? Plis deh, pak. Terakhir kali gue ngomong di depan kelas sih baru-baru aja dan temen-temen gue nggak peduli-peduli amat, jadi gue masih bisa menghirup oksigen. Parahnya itu waktu gue SMP, kalau nggak salah kelas 9. Mam Hermi nyuruh semacam pidato gitu satu-satu di depan kelas, saat itu gue udah hapal mati. Pas maju? BAM, otak gue kosong, tangan gue geter-geter, dan bahkan otak gue nggak bisa merangkai kata-kata untuk bicara dengan spontan, gue mau nangis rasanya waktu itu. Pas gue balik? Gue ketawa getir gitu ke Alya dan Bagas, padahal dalam hati gue nangis.

Gue bingung sendiri, padahal dulu waktu gue kecil, gue aktifnya naujubilah, extra-extrovert kali, ya? Gue dulu selalu pengin jadi pembaca protokol atau yang kibar bendera saat line up upacara berada di tangan kelas gue, karena paling dilihat orang. Gue malah selalu pengin jadi ketua kelas. Dan sejak gue SMP, gue cuek banget sama yang gituan, malah kalau bisa gue jadi biasa-biasa aja. Akhirnya gue kemana-mana jadi takut sendiri, terlalu bergantung sama orang. Gue benci banget sama sifat gue yang kayak gitu, kayak nggak ada rasa percaya diri sama sekali dan nyusahin. Untung aja temen-temen gue selalu nge-cover kelemahan gue ini. Alya dan Nisa. Mereka itu slow-slow aja untuk ngomong sama orang baru, jadinya kalau mereka bacot, gue jadi ikutan.

Jadi, pas pidato nanti, siapa coba yang mau nge-cover gue? Please siapa aja, pinjem kepercayaan diri kalian, dong!

Source: Tumblr

Minggu, Oktober 12

XI IPA 4: SBLAS 'PA 'MPAT

Kelas XI IPA 4: Kelas tahun kedua ke-4 di SMAN 4 Medan jurusan IPA--atau kurkul2013 sekarang bilangnya MIA--yang berisikan 45 orang (7 orang mutasi dari kelas lain, 2 orang mutasi dari kota lain, sisanya pribumi--terlalu malas untuk ngitung, huwahahaha). Btw, pribumi di sini gue tulis karena mayoritas di XI IPA 4 adalah mantan anak-anak kesayangan Pak Rusdi atau X IPA 5 a.k.a. XELIMUT.

Kelas gue jauh dari kata 'rajin', 'pinter' ataupun 'mantap bruuhh'. Gue nggak tau juga sih sebenernya, soalnya rumput tetangga katanya lebih hijau. Kelas gue rada aneh dan gila tapi at least, kelas gue mayan seru dan kompak. Ya, gue bilang kayak gini karena menurut sudut pandang gue dan gue belum pernah ngerasain kelas-kelas lain. Intinya sih, tiap kelas punya cerita dan keseruannya masing-masing.

Kelas gue ini mempunyai anak-anak cowok yang tampang sekuriti mental helo kiti yang baru lahir. Salah satunya adalah Yanuar, remaja ajaib yang lebih cocok disebut anak kecil karena dia suka bikin orang kesel tapi ia juga bertemperamen tinggi jika diejek. Selain hobi marah-marah, ia juga hobi main 'LINE Let's Get Rich' sambil nyanyi lagu 'Terima Kasih Guruku' dengan lirik yang melenceng. Sebenernya, hampir semua anak cowok di kelas gue hobi banget sama LINE Let's Get Rich. Thareq bahkan sempet-sempetnya nunduk sambil jalan buat main tuh game pas lagi jalan mau ke kelas atau Yanuar yang sanggup-sanggupnya mainin itu pas lagi makan ataupun pas lampu lalu lintas sedang merah.

Oh iya nih, kemarin gue dan ke 7 temen gue--Alya, Nisa, Diva, Paksi, Firda, Yanuar, Aliffadel--berencana untuk membeli wallpaper roll untuk bagusin kelas tapi sebelum itu, kita sarapan dulu akhirnya di Lontong Gang. Seperti biasa, Yanuar makan lontong sambil nyenderin HPnya dengan botol Aqua, begitupula Paksi. Mereka berdua main Get Rich dan terjadilah percakapan seperti ini:

Paksi: Get Rich dah ada yang di bulan.
Yanuar: Iya, suka kali aku kalau udah ada lubang-lubang putih.
Paksi: (Menatap Yanuar dengan bingung) Ha? Item!
Yanuar: PUTIH LOH!
Paksi: ITEM!
Yanuar: BLACK--
Paksi: BLACK ITU ITEM! (Ngomong pake otot)
Lalu semuanya ketawa.
(Btw, sorry kalau salah. Gue sama sekali buta sama permainan yang sedang hits itu)

Anak-anak cowok di kelas gue juga hobi main kuda panjang saat sedang free time. Bukan anak kelas gue doang sih, tapi kayaknya seluruh anak cowok di sekolah gue deh, soalnya gue pernah liat mereka main kuda panjang di lapangan sekolah pas 17-an dan itu sampe panjaaaangggg banget. Aliffadel--anak mutasi dari kelas X IPA 3 aja kesenengan main kuda panjang, soalnya dulu dia waktu di kelas X IPA 3 cowoknya alim-alim rajin gitu sih.

#NP: The Script - For The First Time || Source: Ask.fm Saida/Luki/Ezra
Kemarin juga, ada semacam lomba kelas gitu yang katanya dinilai langsung sama Badan Lingkuangn Hidup. Jadi, mulai hari Jumatnya, sekolah gue semacam di-free-in dari belajar. Kayak murid-murid normal lainnya, kelas gue langsung hip-hip hura-hura gitu. Pas hari Jumatnya, gue, Alya, Firda, Nisa, Diva, dan Paksi, ditugaskan untuk membeli karpet plastik. Kenapa kita? Karena,
Gue: Bendahara.
Alya: Cina jago nawar.
Firda: Murid kepercayaan Bu Tumiar sekaligus preman kelas (Cowok aja takut ma doi).
Nisa: Males bersiin kelas.
Diva: Sama kayak yang di atas.
Paksi: Supir keluarga.

Berangkatlah kita berenam ke Pusat Pasar Medan (Alya bilangnya Sambu kalau Nisa bilangnya Sentral) setelah tawar-menawar di Petisah, Sikambing, dan Pajak Ikan ditolak (Btw, di Medan pajak means pasar). Kita berenam, misah. Gue, Alya, Firda, Nisa, dan Diva masuk ke dalam tuh pasar, sedangkan Paksi nyari pom bensin untuk ngisi bensin. Setelah dapet dengan harga yang jucok abies, kita berlima ngangkat tuh 2 gulungan karpet plastik yang ternyata BERAT BANGET WOIIII. 1 Gulungan besar yang bawa gue, Alya, Nisa, dan Diva, yang 1-nya lagi, Firda yang bawa. Sendiri. Mantav. Suhu Medan saat itu lagi panas-panasnya dan Paksi datengnya lama banget. Akhirnya kita berlima jadi manusia bakar.

Setelah Paksi dateng. Masalah baru akhirnya datang: Gimana cara masukin tuh 2 gulungan gede ke dalam sebiji kecil Ford Fiesta dengan isi yang banyak banget. Tadinya mau dibiarin dengan pintu belakang terbuka, tapi karena Pusat Pasar Medan jauhnya naujubilah, Paksi takut ada polisi jadinya kita paksain itu masuk dan berakhir:
Depan: Paksi (supir), Alya mangku Firda sambil megangin 2 gulungan itu di depan.
Belakang: Gue, Diva, Nisa (Bagian duduknya luas, kepalanya sengklek semua).


"Walau sempit, selfie dulu" -Firda Riana. Btw, guenya belakang lagi nge-peace. Paksi? Bodo amatlah, dia nyetir supaya kita selamat sentosa, kok.
Yasudahlah, segitu aja kayaknya cerita tentang kelas gue yang sangat amat biasa-biasa aja yang nggak memiliki kekuatan khusus itu.

Selasa, September 9

LIFE//VOL:02

Malem (atau pagi?).

Jadi ini udah jam 1:09 WIB dan gue belum tidur. Mana besok pelajarannya Pak Tao, lagi.

Oh iya, gue abis buat new cover untuk header blog ini dan membuat 'julukan' baru. Well, gimana? Gue lebih suka yang dulu sih, tapi udah bosen, huhu. Jadi, gue mau bahas satu-satu tentang new concept (LAAH SOK NEW CONCEPT LAU...) blog ini.

"II" berarti Gemini.
Gemini /Ge·mi·ni/
Astrol zodiak ke-3 yg digambarkan dng orang kembar sbg lambang bagi orang yg lahir antara tanggal 21 Mei dan 21 Juni.
Ya, Gemini karakter fiksi gue. Bintang gue. Bintang si Gemini. Bintang Raisa 'Could it be love' juga.
Kalau ngomongin bintang, jadi keinget deh dulu tetangga gue yang namanya Nadhifa tapi dulu dipanggil Kak Difa (Baca: Kadifa. Padahal umur doi lebih muda dari gue). Pas jaman-jamannya nulis biodata, dia ikutan dan di kolom 'bintang' dia nulisnya begini:
Bintang: Kejora.
Gue ngakak banget sih ngingetnya. Tapi karena masih dedek-dedek, yaudahlah, dimaafin. Btw, kenapa jadi ngomongin Difa, sih?! Gue kan mau ngomongin blog gue, kenapa jadi elu, Dip? Ohiya, FYI, Difa sekarang lanjut SMA di pesantren, loh! Sekalinya gue liburan ke Jakarta, dia lagi di pondok. 
KNP JD DF LG, Y?! *Ceritanya marah*

LIFE//VOL:02, tuh maksudnya kayak hidup gue ibarat buku. Nah, blog gue ini volume 02 nya. Eh, tapi kalau dipikir-pikir lagi, volume 02 itu kan maksudnya sequel-nya, kan? Berarti lanjutan idup gue gitu, kan?! Ah, bodo deh... anggep aja ini tuh idup kedua gue, gitu.

Awalnya gue mau buat 'LIFE 2.0', tapi baru inget kalau album keduanya Justin Bieber berjudul 'My World 2.0'. Nanti gue ask sama dia di ask.fm lagi, pake akun anonim.
"Kak, nama blognya plagiat dari judul albumnya JB, yaaa? Ngefans ya??"
Btw, gue jujur-jujur aja nih, ya... Gue dulu Beliebers--fandomnya Justin Bieber. Tapi sekarang gue nggak begitu suka doi lagi karena... karena apa ya? Gue juga lupa karena apa.

Thanks aja buat kakak-adek gue karena udah bantuin make Photoshop. Gue aja masih nggak bisa menerima kenyataan kalau adek gue lebih bisa PS dibanding gue. Sebenernya, gue mau ganti backgroundnya juga sekalian, tapi gue terlalu takut karena... takut salah plus gue nggak punya gambar background gue yang sekarang. Yaudalah, kapan-kapan aja, ya.

Rabu, September 3

Second Year

Perasaan, gue denger-denger dari anak kelas tiga atau alumni kalau kelas dua itu masa-masa paling enak. Awalnya gue yang waktu kelas satu, nggak sabar jadi kakak kelas. Setelah akhirnya gue naik pangkat jadi kelas XI, gue langsung merasa ditertawai oleh kakak kelas tiga dan alumni sambil berkata, "EAT DAT BULLSHIT, DUDE! HAHA." Gue cuma bisa tersenyum sambil menelan sumpah serapah di kelas dua ini.

Kelas dua itu:
Katanya surga free time.
Katanya guru sering nggak masuk.
Katanya gampang cabut.
Katanya sering bebas.
Katanya jarang ada tugas.
Katanya masa-masa 'bebas'.
Iya, katanya doang. Semua itu bohong. Dan gue berhasil dibohongi. Bener kata orang, trust no one (Lah, itu kata orang juga).

Eh, tapi gue nggak suka cabut kok. Tolong di garis bawahi ya, kalau bisa di stabilo.

Btw, gue nggak tau harus nyebut kelas dua di Indonesia dengan sebutan 'Sophomore' atau 'Junior'. Secara 'Sophomore' itu artinya second year dan 'Junior' itu kelas XI. Makanya gue buat judulnya "Second Year" doang. Gue tau harusnya gue nggak usah sok US.... Lah, kenapa jadi ngomongin judul yak?

Guru-guru di kelas XI itu menurut gue ngantukin tapi bikin ngerti! Terutama pelajarannya Bu Denny dan Pak Tao. Walaupun tuh pelajaran ditaruh di jam pertama, pasti gue selalu nguaaap! Pelajaran Bu Denny aja gue nguap berkali-kali sampe minum gue abis (Gue pernah baca sih kalau cara ngurangin kantuk dengan minum air), tapi yang dicuap-cuapin sama beliau malah masuk ke otak gue yang unyu ini. Gue aja jadi ngerti banget kimia dan fisika, dah jago abis deh, coba aja kasih gue soal olimpiade fisika atau kimia tingkat internasional, pasti remed deh! #lah. Enggak, gue nggak ngerti-ngerti amat sih, tapi setidaknya gue ngerti. Lebih tepatnya dipaksa ngerti. Pak Tao suka tiba-tiba ngasih pertanyaan, kalau nggak bisa jawab, tangannya dipukul. Gimana gue nggak takut. Temen gue aja pernah sampe merah, hu, ceyem.

Tapi enaknya jadi kakak kelas itu... punya adik kelas! Gue suka aja punya adek kelas. Ya, mungkin karena gue kakak ye... gue suka punya adek, selain bisa disuruh-suruh juga bisa jadi pelampiasan amarah #eh. Nggak deng, gue kakak kelas bae' dan invis kok! Cuma adek kandung gue doang yang gue siksa. Maksudnya sih, gue nggak peduli-peduli amat kalo lo kagak sopan. Karena gue tau rasanya jadi adek yang memendam kalimat, "Mentang-mentang lu 'kakak'." Iya, gue tau, karena gue seorang adik dan seorang kakak juga. Gue suka dipanggil "kakak", kesannya gue ituuuuu jadi contoh buat adek gue, rasanya mau menebar kebaikaaaan saja. Gue tau nggak nyambung, tapi itu from my deepest heart *ngelap air mata*. 

Anyway kalo ngomongin tugas... *siap-siap meledak*. NGGAK BAKALAN SELESE. GUE NGGAK SANGGUUUUP. Air mata ini telah habis untuk makhluk terkutuk ini. Lebay, gue nggak pernah nangis sih ye gara-gara tugas. Tapi tuh... rasanya gue nggak ada istirahatnya. (BOHONGGG, LO AJA BARU AJA BANGUN DARI TIDUR SIANG!!).Tiap hari gue les, tiap hari ada PR. Sedih. Pelajaran art lebih parah lagi. Sekarang gue disuruh ngejait pake benang dan jarum kait. Gue yang nggak punya bakat jahit-menjahit disuruh ginian! Hari Minggu aja gue sempet-sempetnya mikirin tugas/catetan. Sedih nggak tuh. Tiap hari Sabtu sepulang dari GO, gue selalu teriak dalam hati, "AKHIRNYA SATU MINGGU INI SANGGUP HAMBA SELESAIKAN, YA ALLAH!" Tapi apa daya, gue nggak bisa ngeluh selama gue masih jadi murid.

"Kuroko no Tugase" || Source: Coretan Harian

Dan gue baru-baru ini gue ngestalk diri sendiri di FB. Alay banget emang. Tapi gue pernah buat status kayak gini, yang malah berakhir bullshit.

Edit ya... "Kelas 11 harus lebih bagus!". Semoga nggak bullshit ye... wkwk.
Oh iya, Pak Ridwan tadi menggila. Jadi, beliau tiba-tiba dateng ke kelas pas tengah pelajaran matematika sambil bawa cutter. Tiba-tiba beliau ngerobekin badge sekolah siapa aja yang beli di luar sekolah. Untung aja gue beli di sekolah, jadinya nggak kena deh. Parahnya, Alya masih pake badge kelas satu (warna putih), makin kena semprot deh sama Pak Ridwan.

Eh, Taufiq lagi haji sekeluarga loh! Jadinya rumahnya ngga bisa dijadiin basecamp kalo les di rumah guru gue, deh! huhuhu... semoga sehat selalu aja deh tuh anak. Kasian Paksi men-duda di kelas.

Salam 17-an dari Genggez yang badgenya udah kuning.

Rabu, Agustus 20

XI IPA 4: "Dia... Kanker?"



Lebaran haji nanti, salah satu temen deket gue ada yang mau haji sekeluarga gitu. Sebut saja dia X (Nggak boleh dikasih tau namanya, soalnya gue udah janji untuk nggak bocor tentang kabar dia mau haji... since ini kejadian lucu, jadi... *sigh*). Kemarin, dia izin pulang untuk suntik gitu. Gue nggak tau sih untuk apa suntik itu, yang penting kata salah satu temen gue, kalau mau haji ya... suntik. Kok serem, ya? (Btw, gue nggak pernah punya trauma tentang suntik-menyuntik. Kalau disuruh suntik, gue 'oke' aja. Gue nggak takut #asek).

Oke balik.

Waktu itu lagi pelajaran Fisika. Yang ngajar adalah Pak Tao yang merupakan papah tercinta salah satu temen sekelas gue, Doni. Entahlah gue harus manggil dia 'bapak' atau 'om', yang penting beliau kalau ngajar kayak tentor GO. Lalu, seorang guru --yang gue tebak adalah guru yang piket, datang ke kelas gue untuk bilang bahwa X harus IP --izin pulang, mau suntik.

X: Pak, permisi ya... (Lalu dia salam sama Pak Tao)
Pak Tao: Iya.

Setelah X keluar, Pak Tao siap-siap membuka mulut. Mungkin karena ia mendengar kata 'suntik' dari mulut guru piket yang nge-izinin X.

Pak Tao: Suntik? Suntik untuk apa? (Sambil ngeliat gue karena gue duduk paling depan dan paling dekat dengan tempat ia berdiri)
Gue: Nggak tau, Pak.
Pak Tao: Jangan-jangan kayak Olga itu. Untuk kanker. Dia...–Ah pasti untuk pencegahan. Dia sering sakit kepala? (Ngeliat ke seluruh kelas dengan muka yang bingung). Dia sering sakit kepala? (Melihat ke arah gue)
Gue: Nggak tau, Pak.
Pak Tao: (Think hard) Hm... pasti untuk pencegahan! (Membuyarkan pikirannya) Oke, kita lanjut!

Sebenarnya gue tahu itu untuk persiapan hajinya karena saat X berdiri, teman sebangkunya ketawa-ketawa sambil mengatakan, "Cie haji, ciee." Tapi nggak mungkin kan kalau gue bilang ke Pak Tao? Sama aja dong gue ngebocorin rahasia dia ke satu kelas. Setelah pelajaran kembali dimulai, gue sama Nisa cuma ketawa-ketawa aja.

Gue: Mau bilang sih sebenernya, tapi kan ini rahasia.
Nisa: Yaudah nggak papa kan rahasia jadi mending dikira kanker aja, deh!

Besoknya yang merupakan hari ini, X kembali sekolah dan pelajaran Fisika ada lagi. Pak Tao nggak ngungkit-ngungkit lagi soal suntik-menyuntik itu, tapi gue, Nisa, Alya, dan Diva ketawa-ketawa pas Pak Tao masuk mengingat ada si X.

Selasa, Agustus 5

MOS 2014: Durian Runtuh

Yak, tanggal 4 kemarin adalah hari pertama sekolah. Artinya, gue telah resmi jadi anak second year a.k.a kelas 11, punya adek kelas, bakal sering gabut, dan... menguasai kantin. Bercanda deh. Di SMAN 4 sih, nggak ada kuasa-kuasaan. Hilang pantat, hilang tempat. Nggak dapet tempat? Yaudah lo join aja sama kakak kelas. Tapi kalo kakak kelasnya ada yang ngelawak, lo boleh ikutan ketawa, asal sopan (lah??). Intinya SMAN 4 itu free. Lo ya lo, Gue ya gue. Kira-kira gitu. Tapi senioritas tetep ada, walau nggak begitu kelihatan, lo juga harus tau diri kalo jadi adek kelas. Respect our teacher and kakak kelas (?).

Gue sebenernya sangat-amat-malas sekolah. Entah kenapa, sejak gue SMA, gue nggak excited-excited amat buat dateng ke hari pertama sekolah (Kecuali tahun lalu yang merupakan hari pertama gue masuk SMA). Alasan gue datang pada hari pertama (4 Agustus): Daftar ulang. Er... ngapain sih pake acara daftar ulang segala. Sebenarnya, 'daftar ulang' itu cuma titel doang. Aslinya, kita ngantri di sebuah kelas untuk... bayar uang sekolah 2 bulan. Lalu pada akhirnya, karena Diva nggak bawa uang sekolah, jadinya gue nggak jadi bayar dan memutuskan untuk bayarnya besok aja. Padahal gue nggak mau dateng keesokan harinya.

Kerjaan gue di sekolah cuma jalan-jalan nggak jelas. Caper. Tepe-tepe. Tour sekolah gitu, cie. Lalu diajakin Kak Dinda untuk ikutan rapat buat demo ekskul yang akan diselenggarakan besoknya (5 Agustus). Setelah ikutan rapat yang ternyata sedikit menguntungkan buat gue (Cuci mata. Fix, gue centil), gue en de genk (?), duduk di ex-XII IPS 1 yang rame akan anak kelas mana-mana (Ceritanya kita-kita kelas XI dan XII belom dapat kelas dan ditelantarkan... *sigh*). Dari pinggir lapangan, gue ngeliatin anak kelas X yang lagi di MOS. Kasihan. Tapi... MAMPUS LO, GUE JUGA DIGITUIN TAUN LALU HAHAHA *Ketawa jahat*. Bercanda. Fix gue bercanda... jangan pada ngelirik tombol 'x' di pojok kanan atas dong. Gue kasian banget ngeliatnya, mana waktu itu lagi panas banget lagi. Gue kalau jadi salah satu dari mereka bakal pura-pura pingsan...(??). Rasanya pengen gue selamatin satu sambil melirik anak OSIS dengan tatapan nantang. Yang ada gue diganyang sama seluruh anak OSIS...

Ah... kasian dedek-dedek...
Dan alasan gue datang di hari ke-2 (5 Agustus): Demo Ekskul. Awalnya gue kira ini bakal malesin banget. Ternyata malah seru! Emangsih, panas dan capeknya bukan main. 

Gue dateng telat, karena... males lama-lama di sekolah. Gue dateng jam 7 lewat 32 menit dan pas nyampe di sekolah, dikejutkan dengan Nabila yang tiba-tiba nangis. Ternyata udah pembagian kelas. Nabila kepisah sama Nisa, Kiki, dan Tanti. Nabila di XI IPA 1, Nisa di XI IPA 2, Tanti dan Kiki di XI IPA 6. Untungnya, semua anak di kelas gue (X IPA 5) yang memilih peminatan Ekonomi, sekelas semua di XI IPA 4. Yea! Gue udah officially jadi anak kelas XI! Sayangnya, gue nggak sekelas lagi sama Saida *Nangis darah*.

Setelah menikmati kelas baru gue --yang tadinya bekas kelas X IPA 7, gue duduk di salah satu bench di pinggir lapangan bersama anak-anak Shutterbugs --Organisasi eskskul photography di sekolah gue. Since ketua OSIS dan wakil MPK adalah anak Shutterbugs juga, ada anak OSIS kelas XI yang ngasih segepok surat cinta. Tiba-tiba gue keinget surat cinta gue yang gue buat saat MOS dulu. Menggelikan banget.

Sekitar pukul 10, gue dan beberapa anak Shutterbugs (Kak Dinda, Kak Juju, Kak Tara, Alya, Nisa, Nabila, Kiki, Dinsap, Bang Oxan, Desy, Islah, Imel, La Nina, Yona, Amrizal, Dimas, Lutpi, dll gue lupa hehe, rame banget sih!), keliling kelas-kelas X untuk demo ekskul. Sebenernya posisi gue di Shutterbugs hanyalah anggota seksi mading.... Jadi intinya, gue cuma ngerusuh di situ. Tapi lumayanlah, gue dapet banyak banget makanan!

Ini hasil malak dari kelas X-5. Karena yang nge-OSIS-in Ronaldo, jadinya gue berani.

Ini hasil dari X-5. Punya gue, Alia, dan Diva

Nggak bisa dibuka dari atas... Btw, ini hasil dari X-4. Kakak OSIS kelas XII-nya Kak Tasa, terus gue ngijin dan di izinin deh!

Ini dari X-3! Gue seret banget dari tadi makan mulu! Untung di kelas X-3 kakak OSIS kelas XII-nya, Kak Sasa! Since Kak Sasa anak Shutterbugs juga, jadi dibolehin deh! Hehehe.

Ini hasil dari X-8 sih... Bukan gue yang minta tapi Bang Oxan, terus Bang Oxan ngasih gue deh! WKWK.

Shutterbugs selalu bentrok sama anak-anak ekskul Paksi a.k.a. Basket! Pokoknya kayak lomba-lombaan duluan-duluanan gitu. Paksi lagaknya udah kayak sok-sok most wanted guy gitu, jiji banget gue liatnya WKWK. Nisa sama Paksi tiap ketemu langsung flirting-flirting gitu. Di rombongan anak basket, gue ngeliat Yanuar. Padahal Yanuar bukan anak basket, pasti cuma mau ngambil jajanan. Btw, Yanuar makin kelas XI makin absurd aja! Ilmu gombalnya makin ++ deh! Bikin gue ngakak. 

"Le, lemparin Pocari!" Teriak Muthia yang mendongakkan kepalanya ke atas untuk melihat gue.
Gue lansung ngelempar Pocari Sweat yang gue pegang dari tadi dan ketangkap dengan halus oleh Muthia.
 Yanuar ada di belakang Muthia, ngeliat gue juga. "Le, turun kau dari sini biar kutangkep!"
 Gue cuma mengumpat sambil ngakak, "Anjir! HAHAHAHA."

Lumayanlah, dari 40 formulir yang kita print, habis 31 lembar! Semoga aja yang beli formulir (Rp. 5000,-) benar-benar serius mau masuk Shutterbugs!

Anyway, sampai sekarang gue belom daftar ulang, terpaksa besok dateng lagi.

Kamis, Juli 24

Eh... Nyangkut

Masih inget sama berita tentang anak yang kakinya masuk ke eskalator karena make alas kaki berbahan karet? Gue hampir jadi salah satunya. Gue hampir masuk koran (lah pede banget lu...). Kemarin gue hampir kehilangan kaki kiri gue.

Berawal dari gue dan keluarga ke Plaza Medan Fair atau mungkin slang-nya di Medan bilangnya Carrefour. Ya biasalah, namanya mall pasti naik ke lantai atas harus naik eskalator atau lift. Berhubung papa gue nggak suka naik lift soalnya nunggunya lama, jadi naiknya pake eskalator. Di hari itu gue pake sepatu Airwalk yang (katanya) bawahnya karet gitu. 
 
Gue berdiri di eskalator santai gitu lalu gue jalan karena udah mau nyampe atast. Tiba-tiba... JDUG. SEPATU GUE MASUK. Eskalator langsung mati. Gue panik masih diem mikirin kaki gue masuk apa nggak. Orang-orang langsung kaget cepet-cepet naik. Adek gue teriak. Otak gue akhirnya langsung jalan lagi seakan-akan bilang, "Nyet, keluarin kaki lo cepet!" Gue kira kaki adek gue masuk dan gue langsung ngeluarin kaki gue (Copotin dari sepatunya), untung aja model sepatu yang gue pake tanpa tali. Papa gue langsung manggil satpam gitu. Satpamnya lama banget datengnya, gue jadi malu sendiri jadi perhatian orang-orang.

Reaksi yang gue dapet banyak banget!
1. Liatin gue dari atas sampe bawah.
2. Kaget ngeliat sepatu gue yang nyangkut di eskalator.
3. Ngeliatin gue sambil marah-marahin gue gitu. Beneran! Ada ibu-ibu yang marahin gue. Gue tau gue salah, tapi...
4. Liatin sepatu gue yang nyangkut tapi langsung cuek.

Sambil nungguin satpam, gue liatin papa gue yang lagi chattingan sama temennya. "Hahaha lucu banget tuh. Di mall mana?" kata temennya papa gue. Er... lucu sih emang, tapi hampir putus nih kaki gue! Kakak gue sibuk moto-moto terus ngirim ke temennya. Gue jadi korban banget: 1. Korban sepatu nyangkut; 2. Korban bahan ketawaan orang.

Pak satpamnya dateng sambil bawa orang yang ngebenerinnya itu. Pas lagi dibenerin eskalatornya, gue mikirnya gimana kalau ternyata eskalatornya rusak dan gue harus ganti... Lah gue sanggup beli novel trilogi Divergent seri ketiganya, Allegiant aja kagak, apalagi disuruh beli eskalator. Eskalatornya sampe dibuka gitu. Setelah diambilin, gue ternyata nggak disuruh ganti malah dibilangin sambil ketawa gitu, "Jangan pake sepatu karet lagi, ya..". Untung aja sepatu gue nggak begitu hancur.

NYANGKUT. Btw, ini yang moto kakak gue..

Nyeker sebelah.


    
Sampe di bukain gitu..
Gue bersyukur aja sih sepatu gue nyangkut, daripada kaki gue ikutan nyangkut?!!! The last, makasih ya Allah, masih ngizinin punya 2 kaki....

Rabu, Juli 16

Dor!


Gue masih nggak ngerti sebenernya ngatur "pressure"-nya...

Ini gambar sebelum di digi-art-in. Cuma berawal dari rasa bosan sebenernya..

Selasa, Juli 15

Fasting Habit

Well, puasa 2014 itu beda banget sama puasa-puasa sebelumnya. Di tahun 2014 ini, papa gue nggak ikutan puasa di medan... iya, beliau kan udah pindah ke Jakarta jadi seminggu sebelum lebaranlah balik ke Medannya. Gak seru banget, kan? Emang.

Di 2014 juga gue punya kebiasaan-kebiasaan baru. Yaitu:

1. Nonton Sinetron CHSI --Catatan Hati Seorang Istri
Entah kenapa ini sinetron adiktif banget menurut gue. Hahaha. Bukan gue aja kok yang ngakuin, Nisa, Alia, dan Diva juga ngakuin kalo sinetron ini enak. Emang sih, ceritanya klise banget. Tentang rumah tangganya Mbak Hanna (Dewi Sandra) yang diganggu sama si Karin (Cut Meyriska). Klise banget kan? Emang awalnya gue ngetawa-tawain tontonan mama gue ini, tapi pas gue iseng-iseng ikutan nonton... gue keterusan nonton sampe abis. Di Twitter juga rame banget selebtwit ngomongin nih sinetron sampe di Nyunyu juga ada post-annya.

2. Wowo vs Wiwi --Prabowo vs Jokowi 
Btw, ini bukan ngomongin battle lah. Battle sih.. battle jadi Presiden Indonesia. Dan... kampanyenya itu yang ada di mana-mana! Buka FB? Orang-orang nge-post-in tentang pilihan mereka atau kejelekan tim lawan. Buka Twitter? Selebtwit ngomongin Pak Prabowo dan Pak Jokowi. Buka Ask.fm? "Prabowo/Jokowi? Alesannya?" langsung dijawab panjang sepanjang jalan kenangan. 

Kalau nggak salah, dulu gue pernah belajar pelajaran PKN. Pemilih itu katanya harus 'LUBER JurDil', atau kepanjangannya, Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil. Menurut gue nih ya, it's okay lo mau milih siapa tapi plislah jangan fanatik banget. Lo milih dia nggak usah begitu di umbar sampe ngejatuhin tim lawan dengan fitnah-fitnah. Apalagi dengan adanya quick count yang ada di TV --yang hasilnya belum pasti. Disaat tim pilihan kalah, mancay aja gais. Lo percaya aja lah sama pilihan rakyat. Orang kan milih dia alasannya baik. Ya, lo mancay aja pokoknya. Gue udah males banget sebenernya ngomong wowo-wiwi, kalau masalah pilihan gue pasti punya dong tapi gara-gara belum ada hak milih ya... gitu. Tapi tema grup chatting gue lagi politik...

Nggak usah jauh-jauh ke masyarakat Indonesia, grup gue aja begini... 
3. Chatting-an
Ini sebenernya kegiatan gue yang pasti dan selalu. Dari sahur sampe sahur lagi. Biasanya diawali oleh Nisa yang selalu susah tidur lagi setelah sahur, sampai Nisa lagi yang lagi baca fanfiction di Wattpad sampe menjelang sahur. Yang ramein mostly sih, Bagas dan Alya. Kadang Obe juga muncul kalau lagi gosipin tentang artis luar negri. Ya, intinya di grup gue yang bernama 'YAHYA [insert tema here]' isinya selalu ngegosip dari orang yang dikenal, orang yang tau tapi nggak kenal, sampe orang yang benar-benar nggak dikenal.

Grup ini juga awalnya dibuat karena kita lagi ngegosip di conversation di LINE. Lalu entah kenapa kita membicarakan orang yang bernama Yahya. FYI, kita nggak mengenal si 'Yahya'. Selain ngegosip, kita juga suka ngomongin sesuatu yang... nista... dan alim tentunya.

Anyway, grup kelas gue di SMP (Snellius) yang di LINE juga lagi aktif-aktifnya nih. Jadi enak, seru. Apalagi kalo ngomongin tentang jaman-jaman SMP dulu.

Yahyanya lagi demen ngomongin 'Oneng'-nya Bajaj Bajuri.
4. Nonton Kartun
Kalau grup lagi sepi, biasanya gue nonton kartun. Kalau nggak ada kartun Jepang yang bisa gue tonton, gue biasanya nontonin Adventure Time. Gue suka banget nonton Adventure Time kalau episode tentang Finn sama Marceline, mereka romantis cute gitu! 

Btw, gue juga abis nonton movie gitu, judulnya 'Sakasama no Patema' atau 'Patema Inverted'. Dan kesan gue abis nonton tuh kartun: "ANJIR KEREN BANGET". Maksudnya, gila banget pernah mikir sampe situ. Emang sih, konsepnya rada mirip sama film 'Upside Down', yaitu dunia yang memiliki 2 gravitasi. Tapi yang ini tuh beda banget. Patema hidup di bawah tanah karena gravitasi dia kayak 'terbalik' gitu. Saat dia pergi ke dunia atas, dia pegangan sama Age --manusia gravitasi normal, supaya nggak jatuh ke langit. Movie ini bener-bener recommended banget! scene yang paling gue suka saat  Patema ngelindungin Age dari tembakan lalu mereka berdua jatuh ke langit. Patema meluk Age dari atas, begitu pula sebaliknya.



"Age, don't let me fall." || Source: Tumblr

Sakasama no Patema
Type: Movie
Episodes: 1
Status: Finished Airing
Aired: Nov 9, 2013
Genres: Sci-FiSeinen
Duration: 1 hr. 39 min.
Rating: PG-13 - Teens 13 or older
Read more at: Myanimelist.net

Kebiasaan puasa gue kayaknya itu aja. Ohiya, gue abis gambar gitu dan sedang 'work in process' dalam pengerjaan digital-nya. Entahlah, kenapa tiba-tiba gue ngegambar dan 'sok' nge-digital-art.

Newbie abis sampe-sampe butuh 2 line-work. Gue buatnya emang pake touch pad hu.. (Gak bisa pake pen tab)
Kalau udah jadi gue post, deh!
P.s. Laptop gue abis parkour tadi, udah kayak Orihara Ozaya. Keren, loh. *ketawa miris*

Jumat, Juli 4

Puasa, Xob?

Selamat puasa semua! Ohiya, mohon maaf lahir batin yaaaa. Maaf kalau gue ada salah baik yang disengaja maupun tidak. Btw, hari ini hari pertama gue puasa dan ada kemungkinan kayaknya gue gak ikut solat ied... haf....

Lagi jaman The Fault in Our Star. Btw, lu puasa xob?
Hari ini gue dan temen sekelas gue di SMA a.k.a. X IPA 5, ngadain bukber alias buka bersama. Dengan maksud supaya makin akrab dan untuk menghabiskan uang kas. Awalnya, gue males dateng karena Alia sakit, since gue bukan tipe orang yang asik kalau sama orang yang gue rasa belum deket sama gue. Ya... gue emang cuma berani ngebacot kalau ada yang ngegas gue duluan. Tapi mengingat gue adalah bendahara dan duitnya semua gue yang bawa, gue dateng karena Diva juga dateng.

Gue dateng pertamanya sama Diva, tapi Alya tiba-tiba ikut (Dia emang labil) dan kita nebeng sama Alia. Nikmatnya nebenga... #EH

Dengan lokasi di Wong Solo, ya... lumayan rame lah... soalnya tempatnya juga nggak jauh dari sekolah. Saking 'nggak jauh'-nya dari sekolah, di sana kita ketemu anak X IPA 1 yang ternyata lagi bukber juga. Kelas gue kebanting abis sama kelas X IPA 1. Dari tempat gue (Tempatnya semacam pondok gitu), bisa kedengeran hura-huranya X IPA 1 yang kalau kata anak jaman sekarang "HATJEUP BOR". Abis makan-makan cantik, bubarlah pasukan X IPA 5 yang cantik dan nggak ganteng itu. Kayak biasa sih, Gue, Alia, Diva, nebeng Paksi dan Taufiq... Taufiq bawa mobil. Di saat ada yang bisa ditebengin, kenapa harus bayar? #JiwaNebengersBanget.

Sebelum pulang, keliling-keliling gak jelas dulu karena males pulang dan selagi bisa keluar, puas-puasin dulu keliling Tasbi sambil cerita serem (Sebenernya nggak serem, tapi cukup buat merinding juga lah...). Dalam perjalanan nganterin gue, mobil Taufiq tiba-tiba mogok. Taufiq panik. Gue biasa aja soalnya tinggal jalan dikit, nyampe rumah gue. Gue emang jahat. Untung aja ada abangnya Alia. Jadi abangnya Alia en de genk, bantuin dorong gitu. Niat jahat gue buat ninggalin Taufiq disitu lenyaplah, gue kan orang baik #eh. Setelah bisa gerak, kita semua pulang ke rumah masing-masing dengan bahagia. Malemnya, Taufiq nge-dm gue katanya mobil dia mogok lagi di jalan. Yah, kata dia sih kalau abis jalan-jalan sama Gue, Alya, Diva, Nisa, dan Paksi, mobil dia suka ngulah. Siapa bawa sial?

Btw sekali lagi, mohon maaf lahir batin ya! Maafin semua kesalahan gue yang disengaja dan tidak disengaja itu!

Selamat puasa!

p.s. Lagu Amnesianya 5 Second of Summer ENAK BANGET LOH! Wajib denger, ya!

Selasa, Juni 24

Cusdey

Hari ini Alia ngajakin sekolah. Setelah UlSem selesai, gue emang memutuskan untuk nggak dateng-dateng lagi ke sekolah sampai bagi rapot. Kenapa? Karena gue males, karena gue bakal bosen, karena gue lagi nggak ada novel yang harus dibaca (Belum beli Allegiant, beliin dund siapa aja), karena gue juga nggak ikutan softball, karena gue nggak bisa softball juga --eh, softball mayan bisa ding hehe, dan karena gue juga menghindar dari wali kelas gue yang... ah sudahlah... XA5 only knows.

Karena adek gue kayaknya semangat banget sekolah, ya otomatis gue juga pagi banget datengnya. Papa gue nggak mau nganter 2 kali --siapa juga yang mau bolak-balik? Gue nyampe sekolah jam 7 lewat 15 menit pas. Sekolah waktu itu... sepi like sepi banget. Cuma ada beberapa anak yang nunggu di depan gerbang. Sekolah gue dikunci. Dan pikiran gue... "Udah bagus mau ke sekolah, sekalinya ke sekolah, sekolahnya dikunci." Gue langsung nelepon Alia. Suara Alia bantal banget, gue yakin dia baru bangun. Untung aja papa gue belom pergi gitu jadinya gue masuk ke mobil lagi dan memutuskan untuk pulang. Gue lalu tidur karena jam tidur balik kacau lagi (Jam 8 malem gue tidur, jam 11 bangun. Tidur lagi jam setengan 4, great banget kan?).

Nyampe rumah, gue chat lah biasa sama Bagas lewat grup di LINE: YAHYA. Btw, Bagas lagi di Jogja loh, GASSS OLEH-OLEH!! Bagas emang udah bangun apa? Udahlah, murid berprestasi dan patuh terhadap guru & orangtua, kayak Bagas mana mungkin belom bangun, walau emang otaknya masih agak geser. Karena gue ngantuk, gue tidur aja, meninggalkan Bagas yang ngoceh sendiri. Gue hari ini badluck banget kayaknya. Baru kira-kira setengah jam gue tidur, tiba-tiba HP gue geter. Karena gue kira itu adalah alarm yang gue pasang (Waktu itu gue tidur jam 9 dan gue pasang alarm jam 11), gue bangun dikit, gue liat layar HP gue. Ada yang nelpon. Nomornya abstrak. Dengan suara bantal, gue jawablah, "Halo?"

(Gue tulis kayak percakapan gitu aja, ya?)
X: "Ya."
G: "Ini siapa?"
X: "Nggak tau ini siapa?"
G: "Nggak. Nomernya nggak ada di kontak."
X: "Iyalah, orang nomer baru."
G: "Hm. Terus ini siapa?"
X: "Saudara sendiri masa nggak tau?"
G: "Gak apal suaranya."
X: "Saudara sendiri masa nggak tau sih..."
G: "Gak."
X: "Ini Adit."

Gue diem. Inget-inget nama-nama saudara gue. Adit? Perasaan gak ada deh. Malah, gue kira tadi itu Uda (Om) gue. Hampir aja mau gue bilang, "OHH TAU... Kenapa nelpon, Da?". Tapi setelah dia bilang kalau nama dia adalah "Adit", gue mengurungkan niat gue. Untung aja gue bisa bersabar, kalau nggak ya... malu banget lah.

G: "Adit? Adit siapa, ya?"
X: "Lah?"
G: "Salah sambung kali, mas."
X: "Lah? Nama mbak siapa?"
G: "Tau ah, salah sambung pasti."
Sambungan teleponnya gue matiin.

Lalu gue mencoba untuk tidur lagi. Gagal. Semua rasa kantuk gue udah di hisap si Adit. Dit, Dit, gara-gara ke-bego-an lo gue jadi nggak bisa tidur lagi kan. Anyway, tadi dia bilang "Saudara sendiri masa nggak tau?" Itu rasanya mau gue timpuk pake batu sambil teriak di muka dia, "Lah elu sendiri nggak hapal suara sodara lo sendiri sampe salah sambung, mana lebih bego, HAAAA?" Yaudah gue akhirnya lanjut chat di YAHYA. Ternyata selama gue tidur yang tidak seberapa itu, Alia nemenin Bagas ngoceh toh. Akhirnya gue ceritain lah cerita si Adit ini. Alia juga bilang sih, dia ke sekolah jam 9 dan katanya pintunya udah di buka. Sedih gue, sedih.

Anyway, gue sempet mikir kalau itu Adit 'Eiffel, I'm in Love'. Beh, kalau itu emang Adit 'Eiffel, I'm in Love', gue langsung ngocol deh, "Eh, Adit. Kenapa? Mau di jemput di bandara lagi? Aku rela jadi Tita kok." WKWK jas kiding.

Ohiya, hari ini gue nonton How to Train Your Dragon 2, loh! Awalannya niatnya emang nonton di 21, tapi gara-gara bokek ya... lo ngerti lah... RAW+Sub Indo.... HAHA. Tapi ternyata ya kalo emang ada niat ya pasti ada jalan #najis #jijik. Btw, gue nonton sama adek gue. DAN.... KENAPA HICCUP JADI HA O TE BANGET? Parah, ganteng banget! Puberty, you're doing it ryk! Ganteng banget astaga dan... SO SWEET BANGET SAMA ASTRID <3 Yah, HtTYD 2 sedih sih, sedih banget tapi seru, gue aja hampir nangis. Tapi Hiccup ganteng, Jack Frost tetep paling ganteng dong diantara semua character animasi DreamWorks.

"Kaaak... PAP puberty donk." 

Follow by Email